Minggu, 29 Mei 2011

e-banking

MENGENAL ELECTRONIC BANKING
ELECTRONIC BANKING
Electronic Banking, atau e-banking bisa diartikan sebagai aktifitas perbankan di internet. Layanan ini memungkinkan nasabah sebuah bank dapat melakukan hampir semua jenis transaksi perbankan melalui sarana internet, khususnya via web. Mirip dengan penggunaan mesin ATM, lewat sarana internet seorang nasabah dapat melakukan pengecekan rekening, transfer dana antar rekening, hingga pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan (listrik, telepon, dsb.) melalui rekening banknya. Jelas banyak keuntungan yang akan bisa didapatkan oleh nasabah dengan memanfaatkan layanan ini, terutama bila dilihat dari waktu dan tenaga yang dapat dihemat karena transaksi e-banking jelas bebas antrian dan dapat dilakukan dari mana saja sepanjang nasabah dapat terhubung dengan jaringan internet.
Untuk dapat menggunakan layanan ini, seorang nasabah akan dibekali dengan login dan kode akses ke situs web dimana terdapat fasilitas e-banking milik bankbersangkutan. Selanjutnya, nasabah dapat melakukan login dan dapat melakukan aktifitas perbankan melalui situs web bank bersangkutan.
E-banking sebenarnya bukan barang baru di internet, tapi di Indonesia sendiri, baru beberapa tahun belakangan ini marak diaplikasikan oleh beberapa bank papan atas. berkaitan dengan keamanan nasabah yang tentunya menjadi perhatian utama dari para pengelola bank disamping masalah infrastruktur bank bersangkutan.
Keamanan merupakan isu utama dalam e-banking karena sebagaimana kegiatan lainnya seperti di internet, transaksi perbankan di internet juga rawan terhadap pengintaian dan penyalahgunaan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.Oleh karena itu sebuah situs e-banking diwajibkan untuk menggunakan standar keamanan yang sangat ketat untuk menjamin bahwa setiap layanan yang mereka sediakan hanya dimanfaatkan oleh mereka yang memang betul-betul berhak. Salah satu teknik pengamanan yang sering dugunakan dalam e-banking adalah melalui SSL ( Secure Socket Layer ) maupun lewat protokol HTTPS ( Secure HTTP ).

Bank menyediakan layanan Electronic Banking atau E-Banking untuk memenuhi kebutuhan Anda akan
alternative media untuk melakukan transaksi perbankan, selain yang tersedia di kantor cabang
dan ATM.Dengan Electronic Banking, Anda tidak perlu lagi membuang waktu untuk antri di kantor-kantor bank atau ATM, karena saat ini banyak transaksi pebankan dapat dilakukan dimanapun, dan kapanpun dengan midah dan praktis melalui jaringan elektronik, seperti internet, handphone, dan telepon.Contohnya adalah transfer dana antar rekeningmaupun antar bank, pembayaran tagigan, pembelianpulsa isi ulang, ataupun pengecekan mutasi dan saldo rekening.

Cara Mendapatkan E-Banking
Anda yang telag memiliki rekening Tabungan atau Giro dapat mengajukan layanan E-Banking, yang
meliputi internet banking, mobile banking, phone banking dan sms banking.

I. INTERNET BANKING
Anda dapat melakukan transaksi perbankan (finansial dan non-finansial) melalui komputer yang
terhubung dengan jaringan internet bank.

Jenis Transaksi
Transfer dana
Informasi saldo, mutasi rekening, informasi nilai tukar
-Pembayaran tagihan (misal: kartu kredit, telepon, handphone, listrik)
Pembelian (misal: pulsa isi ulang, tiket pesawat, saham)

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk
keamanan transaksi Internet Banking
Jangan pernah memberitahukan User ID dan PIN (Personal Identification Number) Anda
kepada orang lain, termasuk kepada petugas dan karyawan Bank
Jangan meminjamkan KeyToken pengaman transaksi Anda kepada orang lain
Jangan mencatat User ID Anda di tempat yang mudah diketahui orang lain
Gunakan User ID dan PIN Anda secara hatihati agar tidak terlihat dan diketahui oleh
orang lain
Pastikan Anda mengakses alamat situs bankdengan benar. Pahami dengan baik situs
bank Anda

II. MOBILE BANKING
Adalah layanan perbankan yang dapat diakseslangsung melalui telepon selular/handphone GSM
(Global for Mobile Communication) denganmenggunakan SMS (Short Message Service).

Jenis Transaksi
Transfer dana
Informasi saldo, mutasi rekening, Informasi nilai tukar
Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon, handphone, listrik, asuransi)
Pembelian (pulsa isi ulang, saham)

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Mobile Banking
Anda wajib mengamankan PIN Mobile Banking
Anda bebas membuat PIN sendiri. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera
melakukan penggantian PIN.
Bilamana SIM Card GSM Anda hilang/dicuri/ dipindahtangankan kepada pihak lain, segera
beritahukan bank Anda terdekat atau segeratelepon ke Call Center bank tersebut

Rabu, 18 Mei 2011

Ajak Mahasiswa Merakit Ponsel ke China

Persaingan antarmerek ponsel lokal terasa ketat. Untuk memenangkan pasar, produsen handset terus meningkatkan promosi. Pemilik merek IMO memilih dunia pendidikan untuk meningkatkan brand awarness. Tak hanya mengenalkan produk, mahasiswa dilatih bisa membuat ponsel sendiri.

Persaingan bisnis ponsel kian sengit. Tak hanya dengan produk-produk pabrikan besar luar negeri, produsen ponsel lokal juga harus berebut pasar dengan sesama merek lokal. Tak heran jika saat ini banyak produsen handset ponsel lokal gencar melakukan promosi untuk menarik pembeli. Selain menggunakan media masa, baik cetak maupun elektronik, mereka juga menggandeng dunia pendidikan.

Seperti yang dilakukan produsen ponsel merek IMO, PT Konten Indomedia Pratama. Produsen handset yang banyak menyasar segmen pasar C, D, dan E ini telah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan sekolah untuk memasarkan produknya, baik ponsel maupun PC tablet.

Sarwo Wiguno Wargono, Presiden Direktur PT Konten Indonesia Pratama, mengatakan, pihaknya telah menggandeng Universitas Gunadarma dan Bina Sarana Informatika (BSI). "Ke depan, kami juga akan menggandeng universitas lain, seperti ITB, ITS, dan UI," tambahnya.

Wujud kerja sama yang mereka jalin adalah dengan mengirim mahasiswa ke pabrik produksi IMO di China untuk merakit dan mengembangkan handset-nya sesuai dengan keinginan dan imajinasi mereka. Nantinya produk hasil pengembangan mahasiswa itu akan diperkenalkan ke perguruan tinggi masing-masing untuk kemudian dijual ke mahasiswa.

Tak hanya memproduksi handset, nantinya mahasiswa yang dikirim ke China juga akan mengembangkan aplikasi pendidikan yang memudahkan mahasiswa dan dosen dalam proses belajar-mengajar. "Ada aplikasi khusus sehingga bahan-bahan ajar dan tutorial bisa dimasukkan di sana," ujarnya.

I Made Wiryana, Koordinator Kerjasama Luar Negeri Universitas Gunadarma, berharap, mahasiswanya tidak hanya belajar, tetapi juga mampu merakit produk berkualitas kelas dunia. "Mahasiswa kami akan menjadi techno entreprenur," tambah Made.

Sebanyak 16 mahasiswa teknologi informasi dan teknologi elektro tingkat akhir akan berangkat ke China. Mereka akan belajar mendesain, menguji produk, dan menciptakan sebuah produk ponsel.

"Mereka mulai berangkat pada Juni nanti dan belajar selama 4 bulan," katanya. Semua mahasiswa tidak akan dikenai biaya dan mendapatkan beasiswa penuh.

Bagi IMO, selain untuk meningkatkan brand awarness mereka di mata mahasiswa, program ini juga diharapkan bisa menjembatani jurang antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia industri, terutama yang berhubungan dengan telekomunikasi.

Terlebih, dalam waktu dekat perusahaan ini akan memindahkan line produksi handset-nya dari China ke dalam negeri dengan menggandeng perusahaan BUMN, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Persero.

"BlackBerry Messenger" di Ponsel Lokal

Penggunaan instant messenger (IM) atau media chatting bisa jadi yang paling tinggi dibandingkan dengan fitur lain di ponsel. Sementara pemakaian SMS justru lebih tinggi ketimbang IM khususnya di kalangan pemakai ponsel lokal. Lihat saja trafik SMS yang masih cukup tinggi. Pengguna seperti ini memang lebih mudah menggunakan SMS disamping faktor tarif yang kian murah.

Namun sesungguhnya, mereka tak punya pilihan lain seperti chatting. "Ini karena mereka tidak tahu apa itu chatting," ujar Antonius A. Susanto, General Manager PT Max Interactives Technologies. Beberapa kali, pria yang akrab disapa Toni ini melakukan survei ke kota kecil, dan menemui pengguna ponsel lokal yang istilah chat pun tak paham.

Padahal, pemakaian ponsel di kalangan ini cukup tinggi. Mereka banyak melakukan kontak dengan sanak, bahkan yang bekerja di luar negeri sekalipun. "Akibatnya, mereka tak bisa saling berkirim foto, suara, atau bahkan video," lanjut Toni.

Untuk mengatasi kendala keterbatasan komunikasi lewat teks macam SMS itulah, perusahaan ini menyiapkan sebuah fitur bernama Me-Chat. Layanan ini diinjeksikan hanya untuk ponsel bikinan China yang menggunakan sistem operasi MTK. Kelak, ponsel-ponsel lokal ini akan memiliki fitur chat sendiri.

Apa saja menu yang disediakan?



· * Search Friend dari phonebook.

· * Friend List dan Chat List.

· * Emoticon yang dapat bergerak.

· * Send foto (ME-Pix atau ME-Share).

· * Send audio, termasuk voice record (ME-audio).

· * Informasi status pengiriman seperti D (Delivered), R (Received), S (Send), dan ! (Gagal Kirim).

· * Facebook dan Twitter up date (status sebagai friend).

· * Manage history dan setting.

· * ME-Translater (Inggris, Indonesia, Spanyol, Thailand, mandarin).

· * ME-Mail membaca email dari salah satu akun.

· * ME-Pix (ME-Share) untuk share foto.

Diharapkan pengguna ponsel buatan China bisa melakukan hal sama seperti ponsel mid-high end.

RI Bakal Dapat Investasi Rp 169,5 Triliun

Indonesia diperkirakan bakal mendatangkan dana tambahan investasi sekitar Rp 169,5 triliun saat masuk ke dalam era broadband ekonomi.

Hal ini dikemukakan Staf Ahli Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Telematika Eddy Satrio, Kamis (12/5/2011) di Hotel Borobudur, Jakarta.
"Masuknya Indonesia ke era broadband ekonomi diperkirakan akan mendatangkan tambahan investasi ke dalam perekonomian nasional sebesar Rp 96 triliun sampai dengan Rp169,5 triliun, tergantung dari mekanisme pembangunan yang dipilih," kata Eddy dalam seminar "Broadband sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan".

Bukan itu saja, sumber dana akan disalurkan dari dana APBN sebesar 8 persen dari total investasi. Sementara 92 persen lainnya dari dana swasta atau PPP.

Eddy juga menyinggung mengenai manfaat ekonomi dari broadband dalam tiga golongan ekonomi dari broadband.

Pertama, pemberdayaan ekonomi. Untuk ini, National Broadband Plan menjadi katalisator esensial tercapainya sasaran ekonomi makro seperti yang ditargetkan dalam kerangka ekonomi.

Kedua, potensial tambahan terhadap ekonomi. National Broadband Plan berpotensi mendatangkan investasi tambahan untuk ekonomi nasional.

Dia menjelaskan, hingga 2014, potensinya bisa diperkirakan mencapai Rp 450 triliun dari target PDB nominal Rp 10,854 triliun.

Ketiga, peningkatan digital inclusion dan pengembangan aspek sosial budaya. Broadband akan berperan besar dalam transformasi sosial dan budaya masyarakat.

Senin, 25 April 2011

Harga Pertamax Mendadak Naik

Kocek pemakai bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mau tak mau harus merogoh lebih dalam. PT Pertamina kembali menaikkan harga pertamax mulai Rabu (20/4/2011). Pertamina menerapkan kenaikan harga jual pertamax, bio pertamax, dan pertamax plus sebesar Rp 100 per liter.

“Saya mendapat informasi kenaikan harga secara mendadak semalam,” kata Ketua Bidang SPBU DPP Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Eko Wuryanto, Rabu (20/4/2011).

Menurutnya, harga pertamax dan bio pertamax untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya (UPms III) yang semula Rp 8.600 naik menjadi Rp 8.700 per liter. Sementara, harga pertamax plus dari Rp 9.050 menjadi Rp 9.150 liter.

Dia mengungkapkan, kenaikan harga BBM nonsubsidi ini terkait dengan melambungnya harga minyak dunia, dari 105 dollar AS hingga 107 dollar AS per barrel menjadi 109 dollar AS hingga 111 dollar AS per barrel.

Atas kenaikan harga tersebut, Eko menengarai, penjualan BBM nonsubsidi akan melorot. "Kalau dipukul rata, penjualan pertamax turun sekitar 20-40 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, VP Corporate Communications PT Pertamina Mochamad Harun saat dikonfirmasi Kompas.com membenarkan adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi terhitung mulai hari ini. "Itu karena harga rata-rata minyak naik. Nanti kalau harga rata-rata turun, akan turun kembali," tegasnya.

Untuk diketahui saja, pada 15 April 2011, harga BBM nonsubsidi yang dirilis Pertamina tidak mengalami perubahan alias sama dengan harga 1 April 2001.

Jumat, 08 April 2011

Perusahaan Cantumkan Gaji lebih Rendah

Dari 120.000 perusahaan yang mengikutsertakan karyawannya sebagai peserta program Jamsostek, hanya setengahnya yang jujur menyebutkan gaji karyawan mereka. Sekitar 60.000 perusahaan mencatatkan gaji karyawan dalam jumlah yang lebih rendah sehingga iurannya lebih kecil.

Sinyalemen itu diungkapkan Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga kepada wartawan seusai menandatangani kerja sama co-branding dengan Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di Jakarta, Kamis (31/3/2011). ”Kalau gaji dilaporkan lebih kecil, iuran jadi lebih sedikit. Jamsostek dan dana pensiun yang diterima karyawan nantinya jadi lebih kecil,” kata Hotbonar.

Saat ini, iuran peserta Jamsostek per tahun sekitar Rp 15 triliun. Total dana kelola PT Jamsostek sebesar Rp 102,629 triliun. Peserta Jamsostek aktif mencapai 9,34 juta orang dan 22,4 juta peserta nonaktif.

Sementara itu, kebuntuan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) antara pemerintah dan DPR akan ditengahi dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Langkah ini diharapkan akan memuluskan jalan bagi pemerintah dalam membentuk BPJS.

”DPR sudah menemui jalan buntu, tinggal apakah perlu direvisi undang-undangnya atau mungkin perlu Perppu. Itu sedang kami bahas,” ujar Menteri Sosial Salim Segaf Al’Jufrie di Jakarta, Kamis, seusai bertemu dengan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo. Pertemuan ini digelar untuk mencari jalan keluar pembahasan BPJS.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyatakan ketidaksepahaman antara pemerintah dan DPR terkait dua hal dalam RUU BPJS.

BUMN Berpendapatan Tertinggi 2010

Menteri BUMN Mustafa Abubakar membeberkan 26 perusahaan BUMN yang mencapai pendapatan tertinggi sepanjang 2010.

Pada ranking teratas diraih PT Pertamina (Persero) sebesar Rp 448,8 triliun. Disusul PLN Rp 163,7 triliun, Telkom Rp 68,62 triliun, BRI Rp 50,1 triliun, dan Bank Mandiri Rp 43,8 triliun.

BUMN yang disebut di atas merupakan lima BUMN teratas memperoleh pendapatan tahun lalu.

"Ini semua adalah BUMN dengan pendapatannya 26 BUMN teratas," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/4/2011).

Secara umum, ke-26 perusahaan BUMN ini memiliki andil 90,4 persen terhadap pendapatan BUMN tahun lalu. "Dari segi laba bersih 92,8 persen dan dari segi aset 92,5 persen," kata Mustafa.

"Ini adalah 26 perusahaan BUMN dari sekitar 141 perusahaan BUMN. "BUMN lainnya bukannya tidak penting, ada fungsi kepeloporan, agen development, pemerataan, PSO di situ. Semua penting, cuma volume kegiatannya tidak seperti yang 26 BUMN ini," kata Mustafa.

Berikut 26 perusahaan BUMN lainya yang mempunyai pendapatan terbesar: Pusri, BNI, Bulog, PGN, Garuda Indonesia, Krakatau Steel, Semen Gresik, Jamsostek, Taspen, Antam, Timah, Bukit Asam, Askes, BTN, PPA, Wijaya Karya, Adhikarya, PTPN III, PTPN IV, Perum Pegadaian, KA Indonesia.

Jumat, 18 Maret 2011

tugas terapan komputer perbankan

Terapan Komputer Perbankan

Fungsi Bank menurut H.Malayu S.P. Hasibuan adalah …

- Lembaga Keuangan.
- Pencipta Uang.
- Pengumpul Dana Dan Penyalur Kredit.
- Pelaksana Lalu Lintas Pembayaran.
- Stabilisator Moneter Dan
- Dinamisator Pertumbuhan Perekonomian

Produk (DPK) atau Dana Pihak Ketiga
- Giro adalah simpanan rekening pihak ke 3 pada bank, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat, melalui cek, pemindah bukuan, dan surat perintah bayar lainnya.
- Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati oleh bank yang bersangkutan, dan tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro atau alat lainnya.
- Deposito
>deposito berjangka : bunga dibayar dibelakang, dan tidak dapat diperjual belikan
>sertifikat deposito : bunga dibayar di depan, dan dapat diperjual belikan- Perdagangan Surat Berharga

Produk kredit yaitu produk penyaluran dana dalam bentuk kredit
Seperti:::
1. Kredit Usaha adalah kredit yang digunakan untuk membiayai perputaran usaha atau bisnis sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif, seperti usaha perdagangan, usaha industri rumah tangga, usaha jasa konsultasi, dan lain¬lain. Bila Anda memiliki usaha yang prospeknya kelihatan cukup cerah, Anda bisa datang kepada bank dan mengajukan permohonan untuk bisa mendapatkan pinjaman dana untuk usaha Anda.
2. Kredit Konsumsi adalah kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, seperti membeli rumah atau kendaraan pribadi. Dua kredit konsumsi yang biasanya cukup laris adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan. Tentunya, karena uang itu oleh nasabah akan digunakan untuk tujuan konsumtif, maka risiko bagi bank bahwa nasabahnya tidak mampu membayar pinjamannya akan menjadi lebih besar sehingga pada umumnya suku bunga yang dibebankan kepada nasabah untuk Kredit Konsumsi akan lebih besar ketimbang bunga kredit untuk tujuan usaha.
3. Kredit Serba Guna adalah kredit yang bisa digunakan untuk tujuan apa saja, bisa untuk konsumsi maupun untuk usaha. Nah, salah satu produk kredit serba guna yang sering dipasarkan adalah Kredit Tanpa Agunan. Agunan adalah nama lain dari Jaminan.

Produk fee base income adalah Sebagai berikut
-transfer (kiriman uang)merupakan jasa pengiriman uang atau pemindahan uang lewat bank baik pengiriman uang dalam kota, luar kota atau keluar negeri.
-inkaso (collection) warkat-warkat bank yang berasal dari luar kota atau luar negeri.
-kliring jasa penyelesaian utang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring.-safe deposit box
-Sefe Deposit Box (SDB) merupakan jasa-jasa persewaan kotak untuk
menyimpan dokumen atau surat-surat berharga.
-bank card merupakan ³uang plastik´ yang di keluarkan oleh bank.
Kegunaanya adalah sebagai alat pembayaran di tempat-tempat tertentu seperti supermarket, pasar swalayan, hotel dan tempat lainnya.
-bank notes (valas) Merupakan uang kartal asing yang di keluarkan Dan di terbitkan oleh bank di luar negeri.
-bank garansi yaitu jaminan pembayan yang diberikan oleh bank kepada suatu pihak baik perorangan, perusahaan atau badan/lembaga lainnya dalam bentuk surat jaminan
-letter of credit merupakan salah satu jasa bank yang diberikan kepada
masyarakat untuk memperlancar arus barang (ekspor/impor) termasuk barang dalam negeri (antar pulau).
-cheque (cek wisata) cek wisata atau cek perjalanan yang biasanya digunakan oleh mereka yang hendak bepergian atau sering dibawa oleh wisatawan.
-dan jasa lainnya.
Jenis-jenis bank adalah Sebagai berikut:::
-Bank Umum adalah Bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dalam usahanya terutama dalam memberikan kredit jangka pendek.
Contoh::: Bank Pembangunan, Bank Tabungan.
-Bank Perkreditan Rakyat adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Contoh::: Bank Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Desa.
-Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.
BPR dalam melakukan kegiatannya tidak sama dengan kegiatan yang dilakukan oleh bank konvensional (bank umum). Ada kegiatan-kegiatan yang tidak boleh dilakukan oleh BPR, yaitu:
a) menerima simpanan berupa giro,
b) mengikuti kliring,
c) melakukan kegiatan valuta asing,
d) melakukan kegiatan perasuransian.
Adapun bentuk kegiatan yang boleh dilakukan oleh BPR meliputi hal-hal berikut ini.
a) Menghimpun dana dalam bentuk simpanan tabungan dan simpanan deposito.
b) Memberikan pinjaman kepada masyarakat.
c) Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah.

Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya
Apabila ditinjau dari segi kepemilikannya, jenis bank terdiri atas bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, dan bank milik swasta asing.
1 ) Bank Milik Pemerintah
Bank pemerintah adalah bank di mana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula. Contohnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri. Selain itu ada juga bank milik pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing provinsi. Contoh Bank DKI, Bank Jateng, dan sebagainya.
2 ) Bank Milik Swasta Nasional
Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya juga dipertunjukkan untuk swasta pula. Contohnya Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank Niaga, dan lain-lain.
3 ) Bank Milik Asing
Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Contohnya ABN AMRO bank, City Bank, dan lain-lain.
. Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya
1 ) Bank Konvensional
Pengertian kata “konvensional” menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah “menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan”. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “berdasarkan kesepakatan umum” seperti adat, kebiasaan, kelaziman.
Berdasarkan pengertian itu, bank konvensional adalah bank yang dalam operasionalnya menerapkan metode bunga, karena metode bunga sudah ada terlebih dahulu, menjadi kebiasaan dan telah dipakai secara meluas dibandingkan dengan metode bagi hasil.
Bank konvensional pada umumnya beroperasi dengan mengeluarkan produk-produk untuk menyerap dana masyarakat antara lain tabungan, simpanan deposito, simpanan giro; menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara mengeluarkan kredit antara lain kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumtif, kredit jangka pendek; dan pelayanan jasa keuangan antara lain kliring, inkaso, kiriman uang, Letter of Credit, dan jasa-jasa lainnya seperti jual beli surat berharga, bank draft, wali amanat, penjamin emisi, dan perdagangan efek.
Bank konvensional dapat memperoleh dana dari pihak luar, misalnya dari nasabah berupa rekening giro, deposit on call, sertifikat deposito, dana transfer, saham, dan obligasi. Sumber ini merupakan pendapatan bank yang paling besar. Pendapatan bank tersebut, kemudian dialokasikan untuk cadangan primer, cadangan sekunder, penyaluran kredit, dan investasi. Bank konvensional contohnya bank umum dan BPR. Kedua jenis bank tersebut telah kalian pelajari pada subbab sebelumnya.
2 ) Bank Syariah
Sekarang ini banyak berkembang bank syariah.
Bank syariah muncul di Indonesia pada awal tahun 1990-an. Pemrakarsa pendirian bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18 – 20 Agustus 1990.
Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, maksudnya adalah bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam.
Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efesiensi, keadilan, dan kebersamaan. Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin.
Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan produktivitas.
Kegiatan bank syariah dalam hal penentuan harga produknya sangat berbeda dengan bank konvensional.
Penentuan harga bagi bank syariah didasarkan pada kesepakatan antara bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya, yang akan menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan. Berikut ini prinsip-prinsip yang berlaku pada bank syariah.
a) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah).
b) Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah).
c) Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah).
d) Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah).
e) Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).
Dalam rangka menjalankan kegiatannya, bank syariah harus berlandaskan pada Alquran dan hadis. Bank syariah mengharamkan penggunaan harga produknya dengan bunga tertentu. Bagi bank syariah, bunga bank adalah riba.
Dalam perkembangannya kehadiran bank syariah ternyata tidak hanya dilakukan oleh masyarakat muslim, akan tetapi juga masyarakat nonmuslim. Saat ini bank syariah sudah tersebar di berbagai negara-negara muslim dan nonmuslim, baik di Benua Amerika, Australia, dan Eropa. Bahkan banyak perusahaan dunia yang telah membuka cabang berdasarkan prinsip syariah. Contoh Bank Syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri.

Sabtu, 08 Januari 2011

Aplikasi Akutansi

BAB I

PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan berbagai teknologi informasi saat ini, tentunya untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat, peranan komputer mutlak diperlukan dalam pengembangan penyampaian maupun relevansi suatu informasi. Jika dilihat dari tingginya permintaan akan kebutuhan informasi yang cepat serta relevan tersebut, maka sebuah sistem pendukung informasi tersebut perlu dibuat demi kelancaran informasinya.

Salah satu sistem informasi yang diperlukan saat ini adalah Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Menurut Amir (2000:1) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data ekonomik menjadi informasi yang berguna. Informasi yang berguna dalam SIA ini merupakan salah satu elemen yang penting dalam proses transaksi.

Namun bagaimana jika informasi yang diperlukan terancam hilang/rusak? Tentunya kerugian akan dialami tidak hanya oleh perusahaan melainkan juga pihak pemakai informasi SIA seperti pihak yang terlibat dalam transaksi perusahaan ataupun bank. Antisipasi perlu dilakukan agar jika terjadinya kerusakan data, maka dapat segera diatasi. Antisipasi in berupa pengendalian dalam SIA. Pengendalian dalam SIA ini bertujuan untuk mengatasi berbagai risiko, ancaman, maupun eksposur dalam SIA, sehingga informasi penting dalam SIA bisa terus digunakan tanpa khawatir terjadinya ketiadaan/ketidakakuratan informasi.

BAB II

ISI

Seperti yang telah disebutkan diatas sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data ekonomik menjadi informasi yang berguna.

Untuk menyusun sistem informasi akuntansi dalam suatu organisasi, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, menurut Indra Bastian dan Gatot Soepriyanto (2003:12) faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu bahwa sistem akuntansi harus mampu menyediakan informasi yang diperlukan dengan tepat waktu dan dapat memenuhi kebutuhan dan dengan kualitas yang sesuai.

2. Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip aman, yang berarti sistem akuntansi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik organisasi. Untuk dapat menjaga keamanan harta milik organisasi, maka sistem akuntansi harus disusun dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip pengawasan internal

3. Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah, yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem akuntansi harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal, dengan kata lain, dipertimbangkan cost dan benefit dalam menghasilkan suatu informasi.

Tujuan akhir dari disusunnya sistem informasi akuntansi Menurut Feriyanto (2002:6) tujuan akhir kegiatan akuntansi adalah menerbitkan laporan keuangan, laporan keuangan tersbut merupakan sumber informasi bagi berbagai pihak yang digunakan untuk berbagai pengambilan keputusan.

Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2,

yaitu :

- Informasi Akuntansi Keuangan, Informasi yang berbentuk

laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.

- Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi

manajemen dalam pengambilan keputusan

Maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi merupakan hal yang penting bagi perusahaan, sehingga dalam melaksanakannya diperlukan pengendalian informasi yang baik terhadap perusahaan. Meskipun begitu berbagai resiko, ancaman, maupun eksposur bisa mengganggu kelancaran dari sistem informasi akuntansi. Diperlukan upaya pengendalian yang teratur agar sistem informasi berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Risiko, Ancaman dan Eksposur yang mengganggu kinerja Sistem Informasi Akuntansi

A. Resiko beserta Ancaman dalam SIA

Salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti :

* Kebakaran atau panas yang berlebihan
* Banjir, gempa bumi
* Badai angin, dan perang

Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :

– Kegagalan hardware

– Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.

– Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.

Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti :

– Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia

– Kesalahan tidak disengaja karen teledor

– Kehilangan atau salah meletakkan

– Kesalahan logika

Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti :

– sabotase

– Penipuan komputer

– Penggelapan

B. Eksposur-Eksposur dalam SIA

Berkut ini merupakan Eksposur dalam SIA

Eksposur Umum

1. Biaya yang terlalu tinggi

Harga yang dibayarkan untuk pembelian barang yang digunakan dalam organisasi bisa saja terlalu mahal. Cek bisa saja dibayarkan kepada karyawan yang tidak bekerja dengan efektif dan efisien.

1. Pendapatan yang Cacat
Biaya terutang tidak tertagih dari penjualan kredit terlalu banyak. Barang dagangan telah dikirim ke pelanggan tetapi tidak tercatat sehingga tidak ditagih.
2. Kerugian Akibat Kehilangan Aktiva
Aktiva dapat hilang sebagai akibat pencurian, tindakan kekerasan, atau bencana alam. Kas, baha baku, atau peralatan dapat rusak atau salah penempatan.
3. Akuntansi yang Tidak Akurat
Kebijakan dan prosedur akuntansi dapat salah, tidak tepat, atau secara signifikan berbeda dari yang diterima umum. Kesalahan ini dapat mencakup kesalahan penilaian transaksi, kesalahan waktu pencatatan, atau kesalahan klasifikasi transaksi.
4. Interupsi Bisnis
Interupsi bisnis mencakup penghentian sementara suatu operasi bisnis, penghentian permanen atas operasi suatu bisnis, atau penutupan suatu usaha.
5. Sanksi Hukum
Penghentian kegiatan bisnis bisa saja terjadi sebagai hukuman dari lembaga pemerintah jika perusahaan melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
6. Ketidakmampuan untuk bersaing
Ketidakmampuan ini dapat terjadi sebagai akibat kombinasi berbagai eksposur yang telah dibahas sebelumnya dan bia juga sebagai akibat ketidakefektifan keputusan manajemen.
7. Kecurangan dan Pencurian
Kecurangan dan pencurian dapat dilakukan oleh pihak eksternal di luar perusahaan ataupun pihak internal di dalam perusahaan. Biaya yang terlalu tinggi, pendapatan yang cacat, kehilangan aktiva, ketidakakuratan catatan akuntansi, interupsi bisnis,sanksi hukum, dan ketidakmampuan untuk bersaing, semuanya bisa saja merupakan dampak dari kecurangan dan pencurian.
1. Kecurangan dan Kejahatan Kerah Putih
Kejahatan kerah putih menggambarkan serangkaian aktivitas illegal yang terjadi sebagai bagian dari pekerjaan pelaku kejahatan. Kejahatan kerah putih terjadi pada saat kekayaan perusahaan digunakan menyimpang dari manfaat aktiva yang sesungguhnya.
Ada 3 bentuk kejahatan kerah putih :
1. Kecurangan manajemen
Meliputi penyalahgunaan atau kesalahan interpretasi terhadap aset baik oleh karyawan atau pihak ketiga di luar perusahaan, atau keduanya.
2. Pelaporan keuangan yang menyesatkan
Tindakan sengaja atau tidak sengaja, sebagai akibat niat hati atau kekhilafan, yang menyebabkan informasi dalam laporan keuangan secara material mengganggu pengambil keputusan.
3. Kejahatan korporat
Merupakan kejahatan kerah putih yang menguntungkan suatu perusahaan atau organisasi, dan bukan hanya menguntungkan individu tertentu yang melakukan kecurangan.
Pemrosesan Komputer dan Eksposur
Banyak aspek dari pemrosesan komputer yang cenderung meningkatkan eksposur organisasi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan. Pemrosesan data secara mekanis, penyimpanan data secara mekanis, dan kompleksitas pemrosesan merupakan aspek pemrosesan komputer yang dapat meningkatkan risiko atau potensi kerugian akibat eksposur yang dihadapi organisasi, tidak peduli apakah pemrosesan komputer digunakan di perusahaan ataupun tidak.

Pengendalian dalam SIA

Berikut ini merupakan beberapa penyebab meningkatnya ancaman maupun eksposur dalam SIA

* Peningkatan jumlah sistem klien/server memiliki arti bahwa informasi tersedia bagi para pekerja yang tidak baik.
* Oleh karena LAN dan sistem klien/server mendistribusikan data ke banyak pemakai, mereka lebih sulit dikendalikan daripada sistem komputer utama yang terpusat.

WAN memberikan pelanggan dan pemasok akses ke sistem dan data mereka satu sama lain, yang menimbulkan kekhawatiran dalam hal kerahasiaan.

Pengendalian dalam SIA terkait dengan pengendalian internal. Pengendalian internal adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Klasifikasi pengendalian internal, meliputi:

* Pengendalian untuk Pencegahan, Pengendalian untuk Pemeriksaan, dan Pengendalian Korektif
* Pengendalian umum dan Pengendalian aplikasi
* Pengendalian Administrasi dan Pengendalian Akuntansi
* Pengendalian Input, proses, dan output

Lingkungan Pengendalian

* Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
* Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
* Struktur organisasional
* Badan audit dewan komisaris
* Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
* Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia
* Pengaruh-pengaruh eksternal

Aktivitas Pengendalian

1. Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai

Prosedur otorisasi merupakan pengendalian yang memastikan bahwa karyawan perusahaan hanya memproses transaksi yang sah dalam ruang lingkup otoritas yang telah ditentukan. Misalnya, dalam sistem pembelian manual, pembelian persediaan dari pemasok yang ditunjuk ketika tingkat persediaan mencapai titik pemesanan memerlukan otorisasi.

1. Pemisahan tugas.

Dalam sebuah sistem manual, salah satu pengendalian yang penting adalah pemisahan tugas-tugas yang bertentangan selama pemrosesan transaksi. Para individu diberikan tanggung jawab untuk hanya melakukan aspek-aspek terbatas ransaksi untuk tiga ujuan berikut:

1. Otorisasi trnsaksi harus terpisah dari pemrosesan transaksi.
2. Penyimpanan aktiva harus terpisah dari tanggung jawab pencatatan aktiva.
3. Otorisasi harus disusun sedemikian rupa, sehingga tidak adanya penipuan.

Pengendalian internal yang baik mensyaratkan bahwa tidak ada pegawai yang diberi tanggung jawab terlalu banyak. Seorang pegawai seharusnya tidak berada dalam posisi untuk melakukan penipuan dan menyembunyikan penipuan atau kesalaha yang tidak disengaja.

1. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
1. Desain dan penggunaan catatan yang memadai membantu untuk memastikan pencatatan yang akurat dan lengkap atas seluruh data transaksi yang berkaitan.
2. Dokumen-dokumen yang mengawali sebuah transaksi harus memiliki ruang untuk otorisasi.
3. Prosedur-prosedur berikut ini menjaga aset pencurian, penggunaan tanpa otorisasi, dan vandalisme:

* Mensupervisi dan memisahkan tugas secara efektif
* Memelihara catatan aset, termasuk informasi, secara akurat
* Membatasi akses secara fisik ke aset
* Melindungi catatan dan dokumen

1. Penjagaan aset dan catatan yang memadai

Beberapa aset yang perlu diamankan dalam SIA adalah sebagai berikut:

* Mesin kas
* Lemari besi, kotak uang
* Kotak pengaman simpanan
* Area penyimpanan tahan api
* Mengendalikan lingkungan
* Pembatasan akses ke ruang komputer, file komputer, dan informasi

1. Pemeriksaan independen atas kinerja. Berbagai jenis pemeriksaan independen adalah:

– Rekonsiliasi dua rangkaian catatan yang dipelihara secara terpisah

– Perbandingan jumlah aktual dengan yang dicatat

– Pembukuan berpasangan

– Jumlah total batch, yaitu :

* Jumlah total keuangan.
* Jumlah total lain-lain adalah jumlah field yang biasanya tidak ditambahkan
* Jumlah catatan adalah jumlah dokumen yang diproses.
* Jumlah baris adalah jumlah baris data yang dimasukkan.
* Uji kesesuaian baris dan kolom. Banyak lembar kerja yang memiliki jumlah total baris dan kolom. Uji ini akan membandingkan jumlah total dari setiap jumlah dalam baris, dengan jumlah total dari setiap jumlah dalam kolom, untuk memeriksa apakah jumlah mereka sama.

BAB III

KESIMPULAN

* Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data ekonomik menjadi informasi yang berguna.
* Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu Informasi Akuntansi Keuangan dan Informasi Akuntansi Manajemen.
* Resiko dalam SIA meliputikehancuran karena bencana alam dan politik, kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, tindakan yang tidak disengaja, dan tindakan disengaja.
* Eksposur dalam SIA meliputi Pendapatan yang cacat, kerugian akibat kehilangan aktiva, dll.
* Aktivitas pengendalian dalam SIA meliputi Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai, Pemisahan tugas, Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai, dll.

DAFTAR PUSTAKA

darsono.staff.gunadarma.ac.id/…/BAHAN+5+Pengendalian+dan+Sistem+Informasi+Akuntansi.ppt

http://kunangsenja.blogspot.com/2010/05/pemrosesan-transaksi-dan-proses.html

http://www.scribd.com/doc/36837905/SISTEM-INFORMASI-AKUNTANSI http://www.scribd.com/doc/39514020/Sistem-Informasi-Akuntansi

Jumat, 17 Desember 2010

Universitas Indonesia (UI) akan meluncurkan inovasinya di bidang lingkungan hidup dengan menyusun daftar pemeringkatan perguruan tinggi di dunia berdasarkan pengelolaan lingkungan hidup kampus. Daftar pemeringkatan yang diberi nama UI Green Metric Ranking of World Universities 2010 itu diluncurkan Kamis (16/12/2010) di Jakarta.
Kepala Kantor Komunikasi UI Vishnyu Juwono menuturkan, UI Green Metric merupakan pemeringkatan perguruan tinggi yang pertama menggunakan komitmen pengembangan infrastruktur kampus yang ramah lingkungan sebagai indikatornya. Pemeringkatan tersebut berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup kampus.
"Mulai dari kehijauan kampus, pemanfaatan ruang, efisiensi energi, penggunaan air, pengolahan limbah, dan sistem transportasi yang ramah lingkungan," ujar Vishnyu.
Secara terpisah, Rektor UI Prof Gumilar R Somantri mengatakan, perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menghasilkan generasi pemimpin masa depan yang memiliki tanggung jawab khusus untuk memimpin jalan dalam menangani masalah yang sangat nyata. Saat ini, masalah atau krisis energi dan pemanasan global menjadi masalah utama yang juga perlu diselesaikan sejak dini seperti perubahan iklim dan cuaca ekstrim, peningkatan permukaan air laut, kekurangan air, tekanan pada produksi pertanian dan perpindahan penduduk.
"Saya berharap UI dapat membantu masyarakat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dan membantu untuk membawa perubahan pola hidup masarakat dunia dalam menggunakan energi dan sumber daya alam yang semakin terbatas," ujar Gumilar.
Adapun berdasarkan hasil riset dan survei yang dihimpun secara online oleh tim UI Green Metric kepada ribuan perguruan tinggi di dunia, yang dilakukan pada Mei hingga November 2010, University of California, Barkeley, Amerika Serikat (skor 8,213), terpilih sebagai kampus hijau terbaik di dunia. Peringkat kedua diraih University of Nottingham, Inggris (skor 8,201), dan Northeastern University,USA (skor 7,909) berada di urutan ketiga.
Sementara itu, kampus UI sendiri berhasil menduduki peringkat ke-15 dengan skor 6,875). UI tercatat menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mampu menempati posisi 15 besar dari 95 perguruan tinggi di dunia yang masuk dalam pemeringkatan ini.

Kapal Selam Terbesar Buatan Inggris

Inggris akan meluncurkan kapal selam terbarunya, Kamis (16/12/10) di Barrow-in-Furness di Cumbria. Kapal selam berbiaya 1,2 miliar poundsterling atau sekitar Rp 22,5 triliun itu diklaim sebagai kapal selam terbesar yang pernah dibuat Inggris.
Kapal selam bernama Ambush ini memiliki ukuran 50 persen lebih besar dari pendahulunya, Swiftsure dan Trafalgar. Panjangnya lebih kurang 291 kaki, setara dengan panjang lapangan sepak bola.
Hebatnya, kapal selam ini mampu mengubah air laut menjadi oksigen dan air tawar sehingga mampu mempertahankan 98 kru-nya tetap hidup. Selain itu, kapal selam ini juga nyaris tak bersuara sehingga tak mudah dideteksi musuh.
Sonar dan radar kapal selam Ambush bisa mendeteksi kapal lain yang berjarak 3.000 nautikal mil (5.556 kilometer). Jadi, jika berada di wilayah laut yang memisahkan Inggris dengan Perancis, kapal selam ini bisa mendeteksi kapal yang berada di New York, AS.
Kapal selam ini tak butuh pengisian ulang bahan bakar dan bisa menyerang menggunakan misilnya hingga sejauh 1.000 mil (1.609 kilometer). Yang terhebat, misi kapal selam biasanya hanya 10 minggu, tetapi secara teori kapal selam ini bisa bertahan di dalam air tanpa perlu muncul ke permukaan seumur hidupnya, 25 tahun.
Ambush nantinya akan membawa 38 misil, yakni misil penjelajah Tomahawk yang punya daya jelajah hingga 1.240 mil (1.996 kilometer). Selain itu, kapal selam ini juga akan dilengkapi dengan torpedo kelas berat untuk menghancurkan kapal dan kapal selam lain.
Mesinnya yang bertenaga nuklir bisa menggerakkan kapal dengan kecepatan hingga 20 knot, memungkinkan kapal menempuh jarak 500 mil (805 kilometer) sehari. Saking besarnya, energi nuklirnya dikatakan bisa menghidupi seluruh kota Southampton.
Ambush akan diluncurkan dan dinamai secara resmi oleh Lady Anne Soar, istri Kepala Panglima Angkatan Laut Sir Trevor Soar. Selanjutnya, kapal selam berukuran 7.400 metrik ton ini akan diujicobakan.
Sekadar diketahui, kapal selam ini bisa membawa 98 kru. Selain itu, Ambush juga dilengkapi gudang yang bisa menyimpan makanan untuk kebutuhan selama tiga bulan, terdiri dari 18.000 sosis dan 4.200 bungkus sereal Weetabix.

Rabu, 01 Desember 2010

IPB Buka Riset Pangan Berbasis Tepung

Bekerjasama dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Institut Pertanian Bogor membuka unit riset pangan berbasis tepung. Unit yang dinamakan Bread (Baking Research and Development) itu merupakan hasil kerjasama antara SEAFAST (South East Asian and Agricultural Science & Technology) IPB dan Divisi Bogasari itu akan melakukan sejumlah riset produk-produk pangan berbasis tepung-tepungan.

Wakil Rektor IPB Yonny Koesmargono mengatakan, IPB sudah menghasilkan sejumlah penelitian yang berkaitan dengan tepung-tepungan, dan menghasilkan formula untuk membuat produk pangan berbasis tepung-tepungan. "Dengan adanya Bread Unit ini, mahasiswa akan makin terarah dalam penelitian tepung-tepungan dari bahan baku lokal," katanya seusai meresmikan unit itu, Selasa (30/11/2010).



Direktur PT ISM Fransiskus Weliarang mengatakan, pendirian Bread Unit merupakan upaya menunjang gerakan diversifikasi pangan pada tingkat pengolahan dan aplikasi. Selama ini, gerakan penganekaragaman pangan terfokus pada tingkat hulu, yaitu budidaya dan produksi bahan pangan pokok.



Padahal, gerakan diversifikasi pangan harus dilakukan kompherensif. "Mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari benih dan penanaman hingga pemasaran dan pengolahan yang inovatif dan kreatif," katanya.



Para peresmian unit itu diperlihatkan berbagai produk kue dan makanan ringan yang berbahan baku campuran beberapa jenis tepung dan berbahan baku tepung non-gandum. Rata-rata kue tersebut dibuat dari percampuran tepung terigu dan tepung ubi jalar. Ada juga kue yang terbuat dari tepung walur. Diperlihatkan juga produk-produk pangan dari bahan tepung-tepungan yang non-gluten.



"Jadi, kami juga sudah menemukan teknik dan formula tepung-tepungan non-gluten. Ini merupakan jawaban permintaan pasar yang menginginkan adanya produk tepung-tepungan yang mengandung gluten dan tidak mengandung gluten," kata Kepala Pusat SEAFAST IPB Purwiyatno Hariyadi.



Lebih lanjut Purwiyatno mengatakan, sampai saat ini memang belum ditemukan bahan pangan lokal yang dapat menjadi tepung-tepungan yang menggantikan 100 persen tepung terigu. Hal itu bukan berarti tepung-tepungan dari bahan baku lokal lebih rendah kualitasnya dari gandum. Sebab, setiap jenis pangan memiliki karakteristik dan keistimewaan berbeda, yang pada akhirnya dapat saling melengkapi.



Dengan ada Bread Unit ini, pihaknya akan terus melakukan riset untuk menemukan jenis tepung lainnya, serta mencari formula tepat untuk pencampurannya dan proses pengolahannya menjadi makanan.



"Ketika tepung-tepungan dicampur dan diolah dengan tepat, maka produk pangan yang dihasilkan diharapkan menjadi produk pangan dengan gizi yang kebih lengkap atau beragam serta rasanya enak," katanya.



Bread Unit itu juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin berlajar cara pengolahan tepung-tepungan menjadi kue atau pangan lainnya. Masyarakat umum yang berminat dapat mendaftar lebih dahulu ke IPB.

Gemuruh Satu-satunya Peringatan Dini

Peringatan dini dari alam berupa suara gemuruh air seperti pesawat terbang sangat penting bagi masyarakat kepulauan dekat zona subduksi gempa untuk menghindari bencana tsunami. Demikian hasil survei pascagempa dan tsunami yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Untuk kepulauan di barat Sumatera seperti Mentawai yang jaraknya dekat dengan zona subduksi, waktu tiba tsunami hanya 5-10 menit setelah gempa. Tidak ada yang lebih baik daripada tanda-tanda alam seperti gemuruh pesawat, khususnya di tengah berbagai keterbatasan teknologi," kata Ketua Tim Survei Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Widjo Kongko, di Jakarta, Selasa (30/11/2010).

Hambatan bukan saja berasal dari peralatan tsunami early warning system (TEWS) seperti buoy yang tak berfungsi, tetapi juga fasilitas komunikasi termasuk ketiadaan sinyal telpon seluler di pulau terpencil tersebut. Belum lagi listrik berpembangkit diesel yang hanya beroperasi hingga pukul 21.00 WIB sementara bencana gempa dan tsunami terjadi pada malam hari.

"Semua hambatan teknologi ini mengajarkan bahwa tanda-tanda alam yang paling penting untuk melarikan diri. Bahkan jika pun teknologi sudah canggih, listrik dan fasilitas komunikasi memadai, waktu 5-10 menit terlalu sebentar untuk proses distribusi informasi dari TEWS ke satelit lalu ke pusat di BMKG lalu ke Pemda dan kemudian masyarakat," katanya.

Survei 20-27 November 2010 hasil kerja sama antara BPPT dan ilmuwan Jerman itu juga menyimpulkan bahwa tinggi tsunami di kepulauan tersebut berkisar antara 1-12 meter dari muka laut, misalnya 12 meter di Pulau Libuat dan masuk hingga terjauh 450 meter di Malakopa.
Pihaknya juga menemukan banyak endapan tsunami diberbagai tempat dengan ketebalan berkisar antara 1,5-12 cm serta pecahan terumbu karang yang ukurannya besar-besar rata-rata mencapai 4x5x3 meter yang sebagian masih hidup karena berasal dari laut.

Ia juga mengingatkan, bahwa tidak berarti gempa yang pelan itu tidak akan menimbulkan tsunami karena masyarakat di kepulauan Mentawai ternyata hanya merasakan gempa yang pelan sehingga membuat mereka lengah. "Meski pelan guncangannya tapi berayun selama sekitar tiga menit. Mereka tak menyangka karena gempa Mentawai tahun 2007 lebih keras dari ini tapi tidak menimbulkan tsunami, sehingga mereka tak menyangka bahwa tsunami kali ini datang," katanya.

Tim terdiri dari 10 ilmuwan, yakni empat orang dari BPPT, dua orang dari Badan Geologi Kementerian ESDM, seorang dari Badan Riset Kelautan dan Perikanan KKP, dan tiga ilmuwan Jerman dari University of Hamburg dan FI-Leibniz University of Hannover dengan dukungan dari pemerintah Jerman melalui proyek GITEWS. Proyek ini berupaya untuk mendokumentasikan data lapangan yang bersifat ilmiah serta hasil wawancara korban yang selamat. Hasil survei akan menjadi masukan untuk memperbaiki sistem peringatan dini tsunami (TEWS) dan pengurangan resiko bencana.

Jumat, 05 November 2010

e_bussines

E-business


KELOMPOK :


- Khalimah (31108113)

- Eggy kamajaya T (32108431)

- Danny akbar (30108567)

- Fadillah selvian (30108734)

- Jelang aji ismail (31108072)




UNIVERSITAS GUNADARMA

E-business untuk merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam teknologi informasi, khususnya teknologi jaringan dan komunikasi, untuk meningkatkan cara organisasi melakukan seluruh proses bisnisnya.

E-business bukan hanya merupakan interaksi eksternal organisasi dengan:
– Para pemasok, pelanggan, investor,
– Kreditor, pemerintah, dan media massa

Model-Model E-Business
• B2C (Business to Consumers): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi.
• B2B (Business to Business): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi)

Jenis E-Business Karakteristik
B2C (Business to Consumers • Antara organisasi dengan perorangan
• Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil
• Transaksi tidak sering terjadi
• Secara relatif sederhana
B2B (Business to Business):
B2G (Business to government):
B2E (Business to education): • Antar organisasi
• Nilai uang yang dilibatkan lebih besar
• Hubungan yang kuat dan berkelanjutan
• Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan
• Lebih kompleks

proses e_bussines

• Electronic Data Interchange (EDI): adalah protokol Standar, ada sejak era tahun 1970, untuk secara elektronik mentransfer (mengirimkan) informasi antar organisasi serta dalam berbagai proses bisnis.
• EDI:
– Meningkatkan tingkat akurasi
– Mengurangi biaya

• E-Business juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas aktivitas logistik lingkar luar penjual.
– Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman
– Mengoptimalkan jumlah persediaan
– Dalam hal barang-barang atau pelayanan yang dapat digitalkan, fungsi logistik lingkar luar dapat dilaksanakan secara elektronik.

Rabu, 03 November 2010

Aplikasi akuntansi

aplikasi akuntansi

A. Pengertian Akuntansi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi mengakibatkan terjadinya perluasan pada semua kegiatan bidang usaha. Perluasan kegiatan usaha mengakibatkan pencatatan dan standar akuntansi semakin berkembang.
Perkembangan tersebut mempengaruhi pengertian akuntansi itu sendiri. Oleh karenanya, pengertian akuntansi bergantung dari sudut mana kita melihatnya.

1.Dipandang dari sudut fungsinya
Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang menyediakan informasi yang penting sebagai alat penilaian jalannya perusahaan. Dengan demikian, pihak-pihak yang berkepentingan atas informasi tersebut dapat membuat pertimbangan-pertimbangan agar dapat mengambil keputusan yan tepat.
2.Dipandang dari sudut kegiatannya
Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan yang meliputi kegiatan identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi.

Pengertian akuntansi berdasarkan kedua sudut pandang tersebut ternyata hampir sama denganm definisi akuntansi menurut American Accounting Association yang diterjemahkan sebagai berikut:

“Akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi untuk memungkinkan pembuatan keputusan yang jelas dan tegas oleh pemakai informasi tersebut.”

Pengertian akuntansi bila dipandang dari sudut kegiatannya adalah meliputi proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran dan penyajian laporan mengenai transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode diproses dalam beberapa tahap kegiatan yang merupakan suatu siklus.

Siklus yang terjadi dalam penyajian laporan keuangan dinamakan siklus akuntansi. Siklus akuntansi tersebut mencakup kegiatan-kegiatan berikut:

a.Pengidentifikasian
b.Pencatatan
c.Penggolongan
d.Pengikhtisaran
e.Penyusunan Laporan

Untuk lebih jelasnya makan siklus akuntansi tersebut digambarkan melalui bagan berikut ini:

B. Para Pemakai Informasi Akuntansi
Bentuk penyajian laporan keuangan dapat berupa laporan lab/rugi, laporan perubahan modal dan neraca, yang disesuaikan dengan kebutuhan pihak-pihak yang membutuhkan dan berkepentingan terhadap informasi akuntansi tersebut.
Pihak-pihak yang membutuhkan informasi dari laporan akuntansi adalah sebagai berikut:
1.Pemimpin Perusahaan, yaitu sebagai:
a.bukti pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan;
b.dasar pertimbangan dalam menetapkan rencana maupun strategi yang akan diterapkan pada masa mendatang;
c.alat untuk menilai pelaksanaan kegiatan perusahaan secara keseluruhan;
d.alat untuk mengukur biaya-biaya dari kegiatan perusahaan.
2.Pemilik Perusahaan, yaitu sebagai:
a.alat untuk menilai keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan;
b.alat untuk menilai penambahan modal, perkiraan perolehan keuntungan pada masa mendatang.
3.Kreditur, yaitu sebagai:
a.alat untuk menentukan layak atau tidaknya perusahaan tersebut diberi pinjaman atau kredit;
b.alat untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar cicilan beserta bunganya.
4.Karyawan, yaitu sebagai:
a.alat untuk melihat prospek perusahaan yang bersangkutan di masa mendatang, sebelum memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam perusahaan tersebut;
b.alat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan gaji atau upah kepada pegawainya.
5.Pemerintah, yaitu sebagai:
a.alat untuk menentukan besarnya pajak yang dibebankan kepada perusahaan tersebut;
b.dasar bagi data statistik pemerintah untuk kepentingan perencanaan selanjutnya.

Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa ada berbagai kepentingan dari berbagai pihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.
Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi, diharapkan mampu menjadi sarana atau alat untuk memudahkan pekerjaan penyelesasian siklus akuntansi.
BAB II
KOMPUTERISASI SIKLUS AKUNTANSI (STUDI KASUS)

A. Penomoran Bagan Akun
Untuk mempermudah pengaksesan suatu permasalahan (Laporan Keuangan) setiap rekening harus diberikan nomor kode. Bentuk kode yang digunakan dapat dengan banyak cara, tetapi tetap pada pengelompokkan rekening-rekening dalam lima golongan yaitu: Aktiva, Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya.
Cara pengkodean yang digunakan pada praktek ini menggunakan metode kelompok.

Contoh:
1 1 0 1

Aktiva Aktiva Lancar Nomor Urut

Pada kode digit pertama, angka 1 menunjukkan Aktiva, sedangkan angka 1 pada digit kedua menujukkan jenis Aktiva, yaitu Aktiva Lancar. Untuk kode digit ketiga dan keempat menunjukkan Nomor Urut Kode
B. Studi Kasus
PT. Budi Luhur bergerak dalam bidang Jasa, ingin menyajikan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Desember 1995. Adapun Neraca Saldo yang dimiliki PT. Budi Luhur per tanggal 30 November 1995 adalah sebagai berikut:

PT. Budi Luhur
NERACA SALDO
Per 30 November 1995
NO.
KETERANGAN
SALDO
REK.
DEBET
KREDIT
1101
Kas
8,000,000
-
1102
Piutang Dagang
16,000,000
-
1103
Asuransi dibayar di muka
750,000
-
1104
Advertensi dibayar di muka
-
-
1105
Perlengkapan Kantor
350,000
-
1201
Tanah
-
-
1202
Gedung
10,000,000
-
1203
Akumulasi Peny. Gedung
-
1,500,000
2101
Utang Usaha
-
1,500,000
2102
Utang Wesel
-
-
2103
Utang Gaji dan komisi
-
-
3101
Modal Budi Luhur
-
25,000,000
3102
Prive Budi Luhur
2,500,000
-
4101
Pendapatan Jasa
-
57,000,000
5101
Biaya Gaji dan Komisi
35,000,000
-
5102
Biaya Sewa
4,000,000
-
5103
Biaya Advertensi
3,400,000
-
5104
Biaya Kendaraan
3,250,000
-
5105
Macam-macam biaya
1,750,000
-
5106
Biaya Perlengkapan Kantor
-
-
5107
Biaya Peny. Gedung
-
-
5108
Biaya Asuransi
-
-

85,000,000
85,000,000
Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Desember 1995 adalah sebagai berikut:

Desember (1) Dibayar sewa kantor bulan Desember Rp 500.000,-
(2) Dibeli perlengkapan kantor secara kredit Rp 150.000,-
(4) Dibeli sebidang tanah yang akan digunakan untuk pembangunan gedung kantor di masa mendatang Rp 12.500.000,- Dari jumlah tersebut Rp 2.500.000,- dibayar tunai dan sisanya dibayar dengan selembar surat wesel.
(8) Diterima pembayaran dari seorang langganan yang telah menggunakan jasa perusahaan, secara kredit Rp 12.000.000,-
(11) Dikirim faktur tagihan kepada pelanggan yang telah menggunakan jasa perusahaan, secara kredit Rp 950.000,-
(15) Dibayar gaji dan komisi Rp 3.700.000,-
(20) Diterima pembayaran dari seorang pelanggan yang telah menggunakan jasa perusahaan, secara kredit Rp 4.500.000,-
(30) Dibayar macam-macam biaya Rp 155.000,-
(30) Dibayar biaya gaji dan komisi Rp 5.000.000,-
(31) Dibayar keperluan pribadi pemilik Rp 2.500.000,-

Penyesuaian yang terjadi pada tanggal 31 Desember 1995 adalah:
1.Perlengkapan kantor yang masih tersisa sampai akhir bulan sebesar Rp 150.000,-
2.Biaya advertensi yang terpakai adalah sebesar 1.900.000,-
3.Biaya depresiasi gedung ditaksir sebesar 10% dari harga perolehan
4.Asuransi dibayar di muka sebesar Rp 750.000,- adalah untuk 6 (enam) bulan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 1995.
5.Gaji yang masih harus dibayar hingga akhir Desember 1995 adalah sebesar Rp 250.000,-

Tugas:

1.Masukkan transaksi-transaksi di atas ke dalam Jurnal Umum
2.Buatlah Buku Besar yang diperlukan
3.Buatlah Neraca Saldo Per 31 Desember 1995
4.Buat Jurnal Penyesuaian
5.Buat Neraca Lajur per 31 Desember 1995
6.Buat Laporan Keuangan yang terdiri dari :
Laporan Rugi/Laba
Laporan Perubahan Modal
Neraca

Penyelesaian:

1.Membuat Tabel Perkiraan
a.Aktifkan Sheet1, ubah nama Sheet1 menjadi Tabel Perkiraan, dengan cara didobel klik pada Sheet tulisan Sheet1.
b.Merubah nama Sheet dapat juga dilakukan dengan memilih menu Format -> Sheet -> Rename.
c.Buatlah tabel seperti dibawah ini:

2.Membuat Jurnal Umum
a.Aktifkan Sheet2, ubah nama Sheet2 menjadi Jurnal Umum.
b.Buatlah format lembar kerja seperti ini:

c.Pada Sel Nama Perkiraan (E8 pada gambar) ketikkan =vlookup(
Lalu klik sel Kode (D8 pada gambar), kemudian ketikkan Titik Koma [ ; ], kemudian klik Sheet Tabel Perkiraan, blok Isi Tabel Perkiraan, tekan F4 untuk mengunci tabel sehingga muncul tanda US Dollar [ $ ], lalu ketikkan Titik Koma [ ; ] dan selanjutnya tentukan posisi kolom dari Tabel Perkiraan yang berisi data yang akan kita ambil, yaitu posisi 2.

 [Tips!] Tabel Pencarian bisa diberi nama, sehingga bersifat Absolut/Tetap, dengan cara : Blok Tabel yang ingin diberi nama, pilih menu Insert->Name->Define. Sesuai gambar, rumus menjadi =vlookup(d8;tabel;2)

d.Masukkan semua catatan transaksi yang terjadi ke dalam Sheet Jurnal Umum dengan fasilitas Data Form, dengan cara, klik salah satu isi sel Jurnal Umum, pilih menu Data->Form. Sehingga muncul tampilan seperti ini:

Masukkan semua data transaksi ke dalam Data Form, dengan klik tombol New untuk menambah record baru. Jika semua selesai dientri, klik tombol Close.

3.Membuat Buku Besar
Setelah membuat Jurnal Umum, dalam proses Pelaporan Keuangan, langkah selanjutnya adalah membuat Buku Besar untuk mengelompokkan jenis transaksi yang ada sesuai dengan Kode Perkiraan. Langkahnya adalah sebagai berikut:
a.Ubahlah nama-nama Sheet setelah Jurnal Umum. Sheet3 diubah menjadi BB Aktiva Lancar, Sheet4 diubah menjadi BB Aktiva Tetap, Sheet5 diubah menjadi BB Hutang Lancar, Sheet6 menjadi BB Modal, Sheet7 menjadi BB Pendapatan dan Sheet8 menjadi BB Biaya.
b.Aktifkan Sheet BB Aktiva Lancar, buatlah tampilan seperti di bawah ini:

c.Pada sel D4 ketikkan formula: =vlookup(F3;tabel;2) sehingga pada sel D4 muncul kata “Kas”
d.Buku Besar Kas telah selesai anda buat, sekarang untuk mengisi datanya anda harus menggunakan fasilitas Advanced Filter.
e.Pada Buku Besar Kas yang ada di sheet BB Aktiva Lancar, Klik salah satu bagian header Buku Besar Kas, pilih menu Data->Filter->Advanced Filter , bila perlu klik OK.
f.Pada kotak dialog yang muncul, pastikan pilihan Copy to another location diaktifkan. Klik kotak isian List Range, kosongkan isinya, klik sheet Jurnal Umum, blok isi Jurnal Umum beserta sebaris headernya yang terdekat.
g.Pada kotak isian Criteria Range kosongkan isinya bila perlu, data pada kotak isian ini diisi dengan cara mengeblok sel F2 dan F3 sekaligus (berisi kata “Kode” dan Nomor Kode Perkiraan buku besar kas).
h.Kotak isian Copy to, data diisi dengan cara mengeblok sebaris header pada Buku Besar Kas yang berisi Tgl, Bln, Thn, Kode, Perkiraan, Debet, Kredit.
i.Jika selesai klik OK, dan lihatlah hasilnya. Jika penempatan rumus anda benar, maka akan muncul sejumlah transaksi dari Jurnal Umum yang difilter dan dikelompokkan berdasarkan kode perkiraan yang dijadikan kriteria.
j.Lakukan hal yang sama dalam pembuatan Buku Besar lainnya. Sesuaikan Criteria Range, berdasarkan Kode Perkiraan masing-masing buku besar.
k.Selesaikan kolom Saldo Akhir yang ada di tiap Buku Besar.

4.Membuat Neraca Saldo
Dengan selesainya Buku Besar, maka Neraca Saldo dapat dibuat dengan cara:
a.Aktifkan Sheet9, ubah nama Sheet menjadi Neraca Saldo, copy data yang ada di Tabel Perkiraan untuk mendapatkan data semua Kode Perkiraan dan Nama Perkiraan.
b.Masukkan seluruh saldo akhir yang ada di setiap buku besar, ke dalam Neraca Saldo.

5.Membuat Jurnal Penyesuaian
a.Aktifkan Sheet10, ubah nama Sheet menjadi JurnalPenyesuaian. Buatlah tampilan seperti ini:

PT. Budi Luhur
Jurnal Penyesuaian
Per 31 Desember 1995
NO.

SALDO
REK.
KETERANGAN
DEBET
KREDIT
b.Masukkan data penyesuaian yang ada, seperti halnya memasukkan data Jurnal Umum.

6.Membuat Neraca Lajur
Neraca Lajur dibuat karena ada transaksi yang belum dimasukkan di akhir periode misalnya data penyesuaian.
a.Aktifkan Sheet11, ubah nama Sheet menjadi Neraca Lajur. Buatlah tampilan sebagai berikut:
b.Copy data yang ada pada Sheet Neraca Saldo kemudian pindahkan ke Neraca Lajur khususnya pada sel A7
c.Masukkan data pada lajur Penyesuaian -> Debet dengan rumus sebagai berikut:
=sumif(TabelPenyesuian;KodeNeracaLajur;KolomDebetPenyesuaian)
Catatan:
TabelPenyesuaian hanya diblok isinya saja/tanpa header
KodeNeracaLajur pada gambar misalnya sel A7
KolomDebetPenyesuaian adalah hasil blok seluruh nilai yang ada di Kolom Debet pada Jurnal Penyesuaian.

d.Masukkan data pada lajur Penyesuaian -> Kredit dengan rumus sebagai berikut:
=sumif(TabelPenyesuian;KodeNeracaLajur;KolomKreditPenyesuaian)
e.Selesaikan kolom NSPP (Neraca Saldo Setelah Penyesuaian) dengan rumus sebagai berikut:
NSPP Debet:
NSPP Kredit:
f.Gunakan fungsi IF untuk menyelesaikan kolom Rugi/Laba. Karena kode untuk Rugi/Laba memiliki kepala digit 4 (4xxx) sampai dengan digit 5 (5xxx) maka rumus yang digunakan adalah:
DEBET : =IF(kode>=4000;NSPP.Debet;0)
KREDIT : =IF(kode>=4000;NSPP.Kredit;0)
g.Menyelesaikan kolom Neraca Akhir sama dengan cara penyelesaian kolm Rugi/Laba, hanya saja logikanya dibalik dengan rumus sebagai berikut:
DEBET : =IF(kode<4000;NSPP.Debet;0)
KREDIT : =IF(kode<4000;NSPP.Kredit;0)
7.Membuat Laporan Keuangan
a.Aktifkan Sheet12, ubah nama Sheet menjadi RugiLaba
b.Copy data Nomer Rekening dan Keterangan yang ada pada Sheet Neraca Lajur untuk nilai Kode >= 4000, letakkan hasil copy ke Sheet RugiLaba.
c.Untuk data angka, masukkan dengan cara sebagai berikut:
DEBET : =vlookup(Kode;TabelNeracaLajur;KolomNSPPDebet)
KREDIT : =vlookup(Kode;TabelNeracaLajur;KolomNSPPKredit)
Catatan:
TabelNeracaLajur hanya diblok isinya saja, tanpa header
KolomNSPPDebet adalah letak kolom NSPPDebet di Neraca Lajur (kolom ke-n)
KolomNSPPKredit adalah letak kolom NSPPKredit di Neraca Lajur (kolom ke-n)
d.Data angka yang ada di Neraca lajur juga dapat dipindahkan dengan cara sebagai berikut:
Blok data angka Debet dan Kredit di kolom Rugi/Laba untuk Kode >=4000, tekan CTRL-C dan pindahlah ke Sheet RugiLaba letakkan kursor di tempat yang diinginkan, pilih menu Edit->Paste Special dan pada Option Paste, aktifkan pilihan Values, klik OK.
a.Aktifkan Sheet13, ubah nama Sheet menjadi PerubahanModal
b.Untuk Laporan Perubahan Modal, semua kata-katanya diketik sendiri, tetapi untuk angkanya bisa mengambil dari data yang sudah ada.
Contoh: Modal Awal angkanya diambil dari Neraca lajur dengan mengklik angka yang akan dicopy, tekan CTRL-C, dan hasil copy diletakkan dilokasi yang diinginkan. Begitu juga untuk data Prive dan Laba Bersih.
a.Aktifkan Sheet14, ubah nama Sheet menjadi Neraca
b.Untuk Neraca, cara mengambil datanya sama dengan penyusunan Laporan Rugi Laba. 

Minggu, 24 Oktober 2010

hubungan antara data & informasi

Pengertian hubungan antara data dan informasi tidak dapat saling ditukar pemakaiannya. Nilai suatu informasi berhubungan dengan keputusan, bila tidak ada pilihan atau keputusan, informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan berulang yang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang.

Data yang merupakan bahan baku informasi, didefinisikan sebagai kelompok teratur yang mewakili kuantitas, tindakan dan sebagainya. Data terbentuk dari karakter, dapat berupa alphabet, angka, maupun simbol khusus khusus seperti *, $, dan /.

Sedangkan informasi dalam lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri yaitu:
1. Beanar atau Salah ini dapat berhubungan dengan suatu yang realities atau tidak, bila penerima informasi percaya pada informasi yang salah, maka akibatnya sama seperti yang benar.
2. Baru informasi dapat bersrti sama sekali baru bagi penerimanya.
3. Tambahan informasi dapat memperbaharui atau memberikan nilai tamabah pada informasi yang telah ada.
4. Korektif informasi ini dapat menjadi bahan koreksi bagi informasi sebelumnya, salah atau palsu.
5. Penegas informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada, karena dapat meningkatkan persepsi penerima atas kebenaran informasi tersebut.

Istilah data dan informasi sering sekali tertukar dalam pemakaiannya, tetapi ada perbedaan mendasar yaitu bahwa data adalah bahan baku yang diolah untuk dijadikan informasi. Sedangkan informasi pada umumnya dihubungkan dengan pengambilan keputusan .

ada kota solo di china

"Zaoshang Hao...duoshao qien...," ujar Lee Xindong menanyakan harga topeng klasik Jawa gaya Solo yang terpajang di salah satu sudut paviliun Kota Solo di arena ASEAN-China Expo 2010 di Kota Nanning, China. Lee harus kecewa karena topeng itu tidak dijual.

Meski pameran baru resmi dibuka pada sekitar pukul 10.00 waktu setempat, kesibukan di paviliun Solo sudah tampak sejak malam sebelumnya.

Hingga Selasa pagi, beberapa penjaga paviliun tampak sibuk memastikan seluruh ikon Kota Solo tersaji dengan apik, rapi dan menarik. Sebagian lagi memastikan bahwa rangkaian bunga dan pita terpasang baik pada tempatnya, dan lainnya memastikan perangkat sound system berfungi baik.

Pagi itu, Kota Solo akan diresmikan sebagai Kota Pesona atau Charm of City untuk mewakili wajah Indonesia pada arena ASEAN-China Expo 2010.

Tepat pada waktu yang telah ditentukan, Wakil Presiden Boediono didampingi Gubernur Guangxi Mabiao tiba di arena pergelaran dan langsung menuju paviliun Kota Solo.

Tarian merak yang dibawakan oleh empat penari pun menyambut kedatangan dua pejabat tinggi negara tersebut. Alunan gamelan Jawa turut mengalun lembut mengiringi gerak para penari.

Seusai menikmati tarian tersebut, Wapres Boediono pun menyampaikan pidatonya. Ia mengatakan, penyebutan Solo sebagai Kota Pesona sangat tepat mengingat keragaman budaya dan sukunya sangat mewakili wajah Indonesia.

"Solo bahkan layak untuk ikut dalam expo yang sangat dinamis dan beragam ini, serta menyatukan berbagai ragam budaya bangsa," katanya.

Wapres mengungkapkan, Solo telah lama dikenal sebagai kota perdagangan. Para pedagang dari berbagai penjuru berkumpul tanpa memandang latar belakang budaya dan suku.

"Solo adalah kota penuh tradisi yang anggun dan indah," kata Boediono.

Dengan beragam suku dan budaya serta tradisi, Kota Solo bahkan mampu mengatasi berbagai masalah perkotaan.

"Dengan keberhasilan itu, Solo dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dan kota-kota lain di ASEAN," ujar Wapres Boediono.

Seusai berpidato, Wapres Boediono dan Gubernur Guangxi Mabiao menggunting pita sebagai tanda peresmian. Keduanya bersama rombongan masing-masing berkeliling paviliun. Keduanya menyimak tentang seluk beluk Kota Solo yang disampaikan penjaga paviliun.

Di akhir kegiatan, Wapres Boediono menghadiahi Mabiao sebuah topeng klasik Jawa gaya Solo "Gunung Sari" dan keduanya pun mengenakan kalung miniatur topeng klasik Jawa gaya Solo lainnya.

Mancanegara
Jumlah wisatawan mancanegara pada 2009 sekitar satu juta jiwa. Adapun pada 2010, pemerintah daerah setempat menargetkan satu juta lebih wisatawan mancanegara. Namun, berdasarkan data Kementerian Budaya dan Pariwisata, jumlah pelancong asal Tiongkok masih sangat kecil, yakni rata-rata lima hingga sepuluh orang.

Di pameran ASEAN-China Expo yang digelar tiap tahun itu, Solo telah memperkenalkan dirinya, menyapa ribuan pengunjung dari seluruh penjuru negeri Tiongkok, dan negara-negara ASEAN.

Di sisi lain, Indonesia dan China telah menjalin kerja sama pariwisata sejak lama dan membekukannya dalam sebuah nota kesepahaman antara Kementerian Budaya dan Pariwisata Indonesia serta China National Tourism Administration pada 10 Juli 2001.

Tak hanya itu, kedua negara juga telah melaksanakan Komisi Bersama Kerja Sama Pariwisata setiap tahun.

Salah satu implementasi dari kerja sama itu, Indonesia memberlakukan fasilitas Visa on Arrival kepada pelancong asal Tiongkok. Sementara itu, pihak Tiongkok memberikan Approved Destination Status (ADS) bagi Indonesia sebagai daerah tujuan resmi wisatawan China.

Untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara, khususnya China, Indonesia aktif mengikuti berbagai pameran di Negeri Tirai Bambu, seperti Beijing International Tourism Expo, Central China Expo, Shanghai Tourism Festival, dan ASEAN-China Expo.

Upaya itu membuahkan hasil dengan adanya peningkatan jumlah wisatawan asal China ke Indonesia. Sebut saja pada 2008, tercatat 280.117 wisatawan asal China melancong ke Indonesia atau naik sekitar 42,58 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pada 2009, tercatat 350.000 wisatawan asal China berwisata ke Indonesia atau naik sekitar 30 persen dibanding 2008. Adapun untuk 2010, Indonesia menargetkan 670.000 pelancong asal China.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yakin, target itu akan tercapai, apalagi,telah dibuka tiga jalur penerbangan dari Manado ke tiga kota pusat wisata dan bisnis di China, yakni Xiamen, Chengdu, dan Shanghai.

generasi muda

Ketua Dewan Pengarah Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Emil Salim dalam penganugerahan Penghargaan Emil Salim bagi Generasi Muda di Jakarta, Minggu, mengatakan, penduduk Indonesia pada 2060-2070 diperkirakan mencapai lebih dari 500 juta jiwa. Generasi muda saat ini yang akan merasakan kehidupan saat itu perlu mengoptimalkan kemampuannya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

”Indonesia dan dunia terus menghadapi kesulitan. Jika Indonesia tetap memiliki roh anak muda, apa pun yang terjadi, Indonesia tetap akan tegak,” katanya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia Sandiaga S Uno mengatakan, dalam dunia yang penuh kompetisi, efisiensi, inovasi, dan pengembangan teknologi penting dilakukan untuk memenangi persaingan. Sayangnya, biaya inovasi Indonesia masih sangat rendah, hanya 0,05 persen dari produk domestik bruto. Sedangkan anggaran inovasi negara-negara maju, seperti Jepang dan Korea Selatan, sudah mencapai 3,15 persen dan 2,64 persen dari produk domestik bruto mereka.

”Tanpa inovasi, Indonesia tidak akan memenangi persaingan global meski memiliki sumber daya manusia dan alam yang melimpah,” ujarnya.

Penghargaan Emil Salim diberikan bagi pemuda yang memiliki tindakan nyata mengatasi dampak perubahan iklim. Melalui program Climate Smart Leaders 2010, para pemuda tersebut diberi kesempatan mengajukan dan mengimplementasikan proyek yang berkaitan dengan isu perubahan iklim.

Pemenang pertama untuk kategori I (15-18 tahun) adalah Sumarlina dari SMAN 1 Wringinanom, Gresik, dengan proyek Dokter Sungai: Capung Indikator Kesehatan Sungai. Sedangkan kategori II (19-24 tahun) dimenangi Claudia Windasari Wijaya dari Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya, dengan proyek Pemanfaatan Limbah Udang sebagai Obat Alternatif Hiperlipidemia dalam Bentuk Tablet.

Pada kesempatan yang sama juga diserahkan penghargaan Climate Generation oleh British Council bagi generasi muda dengan tindakan konkret mengatasi perubahan iklim. Pemenang program ini adalah Nina Nuraniyah dari komunitas Green Earth, Bogor, dan Muhammad Ikhwan dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Mangkubumi, Tulungagung.

Kamis, 13 Mei 2010

beasiswa ke jepang

Kedubes Jepang menawarkan beasiswa pemerintah Jepang (Monbukagakusho) kepada para pelajar Indonesia lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke negeri matahari terbit.

"Beasiswa tersebut berupa melanjutkan pendidikan ke universitas di Jepang baik program S-1. D-III an D-II. Pendaftaran mulai dibuka 10 Mei dan ditutup 10 Juni 2010," kata Kabag humas Konsulat Jendral Jepang di Medan, Aya Kumakura, Kamis (13/5/2010).

Ia mengatakan, bagi yang berminat dapat mengambil formulir pendaftaran Kedubes Jepang bagian pendidikan di Jakarta, Konsulat Jepang di Surabaya dan Medan serta di Konsuler Jepang Makassar.

Sementara bagi siswa tinggal diluar wilayah Jabodetabek, Surabaya, Medan dan Makasar dapat mengirimkan surat lamaran ke Kedubes Jepang engan alamat Jalan MH Thamrin No 24 Jakarta Pusat kode pos 103550.

"Surat lamaran harus berisi nama, alamat, nomor telepon, prodi pilihan, dan juga melampirkan fotocopy rapor, ijazah, serta nilai ijazah. kami akan menganggap sah walau tanpa formulir pendaftaran," katanya.

Syarat lainnya, calon penerima beasiswa harus lahir antara 2 April 1989 hingga 1 April 1994, memiliki nilai ijazah atau rapor kelas tiga semester terakhir minimal 8,4 untuk program S-1, 8,0 untuk program D-III dan D-II.

"Jika pada saat penutupan tanggal 10 Juni 2010 nilai ijazah asli belum keluar maka nilai ijazah sementara dari kepala sekolah akan tetap diterima. Berkas yang masuk akan diseleksi berdasarkan nilai ijazah dan rapor," katanya.

Bagi yang sudah mendaftar nanti akan dipanggil untuk mengikuti ujian tertulis pada Juli 2010 dan bagi yang lulus ujian tertulis selanjutnya akan dipanggil untuk tes wawancara dalam bahasa Indonesia pada bulan Agustus.

Bagi yang lulus tes wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagukusho dan jika lulus tes di Monbukagukusho akan jadi penerima beasiswa yang akan ditetapkan pada Januari 2011.

Bagi siswa yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut akan diberikan fasilitas bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, tiket Indonesia-Jepang (pulang pergi) serta juga akan diberikan tunjangan sebesar 125 ribu yen perbulan.

nutrisi kulit

Pola makan yang sehat akan berpengaruh positif bagi kulit kita. Selain itu, kita juga perlu menghentikan kebiasaan yang tidak baik, seperti merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol. Inilah saran sehat dari Dr.Hanny Nilasari, Sp.KK, dokter spesialis kulit dari RSCM Jakarta:

- Minum air putih yang cukup
Air bisa membersihkan racun dan sisa kotoran dari dalam organ tubuh lewat keringat atau buang air kecil. Kita juga butuh air untuk mengangkut nutrisi sampai ke sel-sel kulit sekaligus melembabkan kulit. Persediaan air dalam tubuh yang terpakai harus kita ganti setiap harinya melalui asupan makanan dan minuman.

Umumnya, kita perlu air sekitar 1,5 litar atau 8 gelas air setiap hari, baik melalui makanan dan minuman. The Institute of Medicine menganjurkan pria minum 3 liter air dan wanita minum 2,2 liter air dari total air yang masuk ke dalam tubuh setiap harinya.

- Biasakan pola makan sehat
Buah, sayur, ikan dan kacang-kacangan adalah sumber nutrisi yang baik bagi kulit karena membantu proses pembentukan jaringan kulit yang baru. Mayo Clinic juga menegaskan anggapan kacang dapat memicu timbulnya jerawat hanyalah mitos. Jadi, tak perlu khawatir setelah mengonsumsi kacang.

Di samping itu, banyak penelitian juga membuktikan bahwa pola makan yang banyak mengonsumsi vitamin C seperti buah jeruk, delima, dan buah golongan beri dapat membuat kulit tampak selalu awet muda. Begitu pula dengan makanan yang rendah lemak atau rendah karbohidrat.